Rasanya baru semalam kita berada di bulan Sya'ban. Pejam celik, pejam celik Ramadhan tahun ini dah pun menjelang. Baru teringatlah pula saya ada lagi hutang puasa yang perlu dibayar. Gelabah betul dibuatnya. Ternyata beginilah perangai manusia, saya terutamanya, kalau dah terdesak, desperate sangat, apalagi...... bayar hutang kena buat semua sekali, sampai menggigil dibuatnya takut tak sempat dek kerana berkejaran dengan "jadual khas orang perempuan". Hehehehe......
Apapun, begitulah hakikatnya fitrah manusia, apalagi yang namanya perempuan. Bukan nak cari alasan atau buat excuse atas apa yang berlaku, tapi menjadi perempuan bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak benda kena pikir, sampaikan tak sempat pikir apa yang sepatutnya kena dipikir dahulu. Harap-harap anda fahamlah, apa maksudnya.
Saya menyeru kepada anda semua, khasnya diri saya sendiri, agar memanfaatkan sedikit masa dalam bulan sya'ban ini untuk mempersiapkan diri agar lebih "berjaya" dalam ibadah di bulan ramadhan nanti. Elok juga kalau anda memulakan puasa sunat di bulan sya'ban ini, anggaplah ia sebagai latihan untuk menguatkan fizikal ketika bulan ramadhan nanti.
Apa yang penting adalah.....sepatutnya kita bersyukur kerana Allah masih lanjutkan usia kita hingga ke saat ini. Harap-harap usia badan ini sampai juga untuk membuat ibadah di bulan Ramadhan dan bulan-bulan seterusnya. Amin.
Akhirnya, secara pribadi saya meminta kemaafan daripada anda semua atas segala silap salah saya dari awal hingga akhir dengan harapan semoga dengan kemaafan dari anda semua, Allah akan memberikan kemudahan kepada saya dan keluarga untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan nanti dengan penuh khusyu dan ikhlas. Wallahu'alam.
let's share our knowledge,opinion and experiences. May we become better people for ourselves and for people around us.
Condemn Israel!!!!!
Monday, August 3, 2009
Sunday, July 19, 2009
Ketika Matlamat Menghalalkan Cara
Saya amat berduka atas berlakunya pengeboman 2 hotel 5 bintang di Jakarta,Indonesia. Manakan tidak, walaupun sudah 6 tahun berlalu selepas letupan bom di hotel sama (JW Marriot), kesan perihnya masih boleh dirasai hingga detik ini dan tiba-tiba ...kembali dirasai saat ini. Seakan menoreh luka di atas luka. Perih sekali.
Kesusahan demi kesusahan yang dirasai rakyat Indonesia demi mambangunkan kembali negara yang "ternoda" dek tangan-tangan jahat bertopengkan Islam, belum lagi hilang. Dan kini tiba-tiba seakan kesusahan itu kembali berulang dengan lebih dahsyatnya.
Alangkah sedihnya saya, di sini saya asyik meyakinkan beberapa rakan non muslim betapa indahnya hidup dalam Islam, tapi dengan berlakunya keganasan ala Islam kononnya, terpalit arang di muka ini. Malu, mereka memandang dengan pandangan seakan bertanya, you ni cakap betul ke tidak selama ni? Inikah Islam yang you bangga-bangga kan? Allah.......
Alangkah gundahnya saya, di sini saya asyik promo betapa indahnya 2 negara serantau untuk dijadikan destinasi percutian, tiba-tiba.....berlaku terror bom demi Islam kononnya, habislah saya diruntuni soalan demi soalan sama ada Malaysia dan Indonesia masih selamat untuk dikunjungi.
Selama ini, non muslim begitu takut dengan Islam. Macam-macam label negatif yang diberikan kepada Islam. Saya bimbang, kalau beginilah cara umat Islam nak menyuarakan rasa tak puas hati, sikit-sikit bom, sikit-sikit teror, rasanya umat Islam yang di luar sana pun akan rasa tak selamat lagi dalam Islam. Na'udzubillah.
Kesusahan demi kesusahan yang dirasai rakyat Indonesia demi mambangunkan kembali negara yang "ternoda" dek tangan-tangan jahat bertopengkan Islam, belum lagi hilang. Dan kini tiba-tiba seakan kesusahan itu kembali berulang dengan lebih dahsyatnya.
Alangkah sedihnya saya, di sini saya asyik meyakinkan beberapa rakan non muslim betapa indahnya hidup dalam Islam, tapi dengan berlakunya keganasan ala Islam kononnya, terpalit arang di muka ini. Malu, mereka memandang dengan pandangan seakan bertanya, you ni cakap betul ke tidak selama ni? Inikah Islam yang you bangga-bangga kan? Allah.......
Alangkah gundahnya saya, di sini saya asyik promo betapa indahnya 2 negara serantau untuk dijadikan destinasi percutian, tiba-tiba.....berlaku terror bom demi Islam kononnya, habislah saya diruntuni soalan demi soalan sama ada Malaysia dan Indonesia masih selamat untuk dikunjungi.
Selama ini, non muslim begitu takut dengan Islam. Macam-macam label negatif yang diberikan kepada Islam. Saya bimbang, kalau beginilah cara umat Islam nak menyuarakan rasa tak puas hati, sikit-sikit bom, sikit-sikit teror, rasanya umat Islam yang di luar sana pun akan rasa tak selamat lagi dalam Islam. Na'udzubillah.
Tuesday, July 14, 2009
Painkiller : It may kill you, too.
Oxies, OC, oxycotton, 80s, percs, vikes, and vikings are commonly used terms to refer to painkillers.
Painkillers or Opioids are drugs that contain opium or are derived from and imitate opium. They are prescribed for pain relief and are only available by prescription. Most opioid or painkilling drugs are non-refillable and, when used properly under a medical doctor's supervision, are safe and effective. Opioid drugs act by effectively changing the way a person experiences pain.
Morphine derivatives (or "narcotics") come from opioids and are used to therapeutically treat pain, suppress coughing, alleviate diarrhea, and induce anesthesia. When using these narcotics, abusers experience a general sense of well-being by reduced tension, anxiety, and aggression.
Some of the most well-known painkillers are listed below with the names you might find on a prescription label. Note that although painkillers have different potencies and are taken in different ways, when they are abused, all pose a risk for addiction and other serious effects.
Codeine: like morphine, this is found in opium, is weaker in action than morphine, and is used especially as a painkiller.
Fentanyl (and fentanyl analogs): a man-made opioid painkiller similar to morphine that is administered as a skin patch or orally.
Morphine: the powerful, active ingredient of opium is used as a painkiller and sedative.
Opium: from the opium poppy, formerly used in medicine to soothe pain but is now often replaced by derivative alkaloids (as morphine or codeine) or man-made substitutes (opioids).
Hydrocodone: often combined with acetaminophen for use as a painkiller. Vicodin is an example.
Oxycodone: a narcotic painkiller, for example OxyContin, Percocet, and Percodan.
Painkillers like OxyContin and Vicodin are the prescription drugs most commonly abused by teens. Painkillers are also the most abused type of prescription drugs by 16- to 17-year-olds, followed by stimulants, tranquilizers, and sedatives.
There are several ways painkillers can be taken. Most teens report swallowing pills, but they can also be crushed and snorted for an intensified effect
The following are the signs and symptoms of painkillers effect:
-Short-term effects
Painkillers can cause drowsiness, inability to concentrate, apathy, lack of energy, constriction of the pupils, flushing of the face and neck, constipation, nausea, vomiting, and most significantly, respiratory depression.
-Long-term effects
If a teen abuses painkillers for a period of time, he can become addicted to the drug and experience withdrawal symptoms when he stops taking the drug. Associated with addiction is tolerance, which means more and more of the drug or a combination of drugs is needed to produce the same high or euphoric feeling, possibly leading to overdose.
Painkillers should not be used with alcohol, antihistamines, barbiturates, or benzodiazepines. Since these substances slow breathing, their combined effects could lead to life-threatening respiratory depression.Physical signs of painkiller overdose include pinpoint pupils, cold and clammy skin, confusion, convulsions, severe drowsiness, and slow or troubled breathing.
Painkillers or Opioids are drugs that contain opium or are derived from and imitate opium. They are prescribed for pain relief and are only available by prescription. Most opioid or painkilling drugs are non-refillable and, when used properly under a medical doctor's supervision, are safe and effective. Opioid drugs act by effectively changing the way a person experiences pain.
Morphine derivatives (or "narcotics") come from opioids and are used to therapeutically treat pain, suppress coughing, alleviate diarrhea, and induce anesthesia. When using these narcotics, abusers experience a general sense of well-being by reduced tension, anxiety, and aggression.
Some of the most well-known painkillers are listed below with the names you might find on a prescription label. Note that although painkillers have different potencies and are taken in different ways, when they are abused, all pose a risk for addiction and other serious effects.
Codeine: like morphine, this is found in opium, is weaker in action than morphine, and is used especially as a painkiller.
Fentanyl (and fentanyl analogs): a man-made opioid painkiller similar to morphine that is administered as a skin patch or orally.
Morphine: the powerful, active ingredient of opium is used as a painkiller and sedative.
Opium: from the opium poppy, formerly used in medicine to soothe pain but is now often replaced by derivative alkaloids (as morphine or codeine) or man-made substitutes (opioids).
Hydrocodone: often combined with acetaminophen for use as a painkiller. Vicodin is an example.
Oxycodone: a narcotic painkiller, for example OxyContin, Percocet, and Percodan.
Painkillers like OxyContin and Vicodin are the prescription drugs most commonly abused by teens. Painkillers are also the most abused type of prescription drugs by 16- to 17-year-olds, followed by stimulants, tranquilizers, and sedatives.
There are several ways painkillers can be taken. Most teens report swallowing pills, but they can also be crushed and snorted for an intensified effect
The following are the signs and symptoms of painkillers effect:
-Short-term effects
Painkillers can cause drowsiness, inability to concentrate, apathy, lack of energy, constriction of the pupils, flushing of the face and neck, constipation, nausea, vomiting, and most significantly, respiratory depression.
-Long-term effects
If a teen abuses painkillers for a period of time, he can become addicted to the drug and experience withdrawal symptoms when he stops taking the drug. Associated with addiction is tolerance, which means more and more of the drug or a combination of drugs is needed to produce the same high or euphoric feeling, possibly leading to overdose.
Painkillers should not be used with alcohol, antihistamines, barbiturates, or benzodiazepines. Since these substances slow breathing, their combined effects could lead to life-threatening respiratory depression.Physical signs of painkiller overdose include pinpoint pupils, cold and clammy skin, confusion, convulsions, severe drowsiness, and slow or troubled breathing.
Thursday, July 9, 2009
Dari seorang sahabat
Saya mempunyai seorang sahabat dari Korea Selatan. Sudah setahun ini dia bertugas di China sebagai assistant manager di sebuah shipping company. Ada 2 perkara yang baru-baru ini dia kongsikan akibat "keceluparan " saya.
Pertama, ternyata orang korea tak suka dibanding-bandingkan dengan orang Jepun. Demikian juga sebaliknya. Mungkin kerana faktor sejarah dan juga "luka lama " yang ditinggalkannya.
Kedua, baik korean maupun japanese mereka adalah heavy drinkers dan workholic.
Mengenai heavy drinkers, saya pikir, tak kira anda muslim atau non muslim, tak payahlah mencontohi tradisi mereka ini. Lebih banyak mudaratnya.
Mengenai bab kerja pula, rasanya setakat ini hanya sedikit orang kita yang mampu mencontohinya. Menurut sahabat saya ini pula, di China orang biasa kerja sampai lewat pukul 8 atau 9 malam. Di korea pula, lebih dari itu. Bukan kerana dipaksa-paksa, tapi sememangnya ia adalah habit, yang diwarisi dari generasi ke generasi. Saya sendiri tak pasti adakah habit macam ni patut dicontohi secara mutlak atau tidak, tapi ambillah dari sudut positifnya.
Pertama, jangan suka menangguhkan kerja yang boleh dibuat dengan segera.
Kedua. bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dalam kerja tak kira pada hujung bulan, tengah bulan atau awal bulan. Bagi korean dan Japanese, wang bukanlah satu-satunya motivasi. Tapi kemampuan untuk menyelesaikan satu-satu tugasan yang diberi menunjukkan kredibility seseorang pekerja yang pada akhirnya membawa markah plus dalam dunia kariernya di masa hadapan.
Pertama, ternyata orang korea tak suka dibanding-bandingkan dengan orang Jepun. Demikian juga sebaliknya. Mungkin kerana faktor sejarah dan juga "luka lama " yang ditinggalkannya.
Kedua, baik korean maupun japanese mereka adalah heavy drinkers dan workholic.
Mengenai heavy drinkers, saya pikir, tak kira anda muslim atau non muslim, tak payahlah mencontohi tradisi mereka ini. Lebih banyak mudaratnya.
Mengenai bab kerja pula, rasanya setakat ini hanya sedikit orang kita yang mampu mencontohinya. Menurut sahabat saya ini pula, di China orang biasa kerja sampai lewat pukul 8 atau 9 malam. Di korea pula, lebih dari itu. Bukan kerana dipaksa-paksa, tapi sememangnya ia adalah habit, yang diwarisi dari generasi ke generasi. Saya sendiri tak pasti adakah habit macam ni patut dicontohi secara mutlak atau tidak, tapi ambillah dari sudut positifnya.
Pertama, jangan suka menangguhkan kerja yang boleh dibuat dengan segera.
Kedua. bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dalam kerja tak kira pada hujung bulan, tengah bulan atau awal bulan. Bagi korean dan Japanese, wang bukanlah satu-satunya motivasi. Tapi kemampuan untuk menyelesaikan satu-satu tugasan yang diberi menunjukkan kredibility seseorang pekerja yang pada akhirnya membawa markah plus dalam dunia kariernya di masa hadapan.
Sunday, July 5, 2009
Islamic Story 2:Explaining Islam Before Christian Scholars
In the earlier days of Islam the Muslims were very few in number, and the idolaters who were opposed to Islam used to persecute the Muslims. Being so few. the Muslims could do nothing to stop their persecution, and they thought it better to migrate to Ethiopia, where they could live freely and in accordance with the Islamic principles. Therefore after a trip across the desert a group of them boarded a ship bound for Avicenna. The king of Ethiopia was called al-Najashi (Negus). and was a Christian. When informed of the Muslims' arrival in his country he kindly granted them asylum and treated them with kindness.
As soon as the news of the Muslims' secret migration reached the idolaters in Makkah, they became very angry. They sent two of their men to Ethiopia laden with costly gifts, and it was their task to have the Muslims arrested and sent back to Makkah. Arriving in Avicenna they went to al-Najashi's court and paid him homage and presented to him their gifts. Al-Najashi asked them:"Where have you come from? What do you want?" The Makkans replied: "We have come from the city of Makkah. A number of our youth have given up our religion. They have stopped worshipping our gods and have now taken refuge in your country. The lords and nobles of Makkah call on you to arrest these youths and deliver them to us, so that we may return them to our city to be punished."
Al-Najashi told them that the matter would be investigated. Then he summoned the Muslims to his palace and, in the presence of his Christian scholars. he asked them: "What was your previous religion? What is your present religion? Why have you migrated to this country?" The Muslims' spokesman was Ja'far ibn Abi Talib. a selfless young man who was full of belief. He replied: "In our city the rich and greedy oppress the weak. The people worship idols. They eat carrion and perform all types of evil deeds. They are not kind with one another and persecute their neighbors." "In these circumstances we have been blessed by Allah who has sent us a Prophet (S.A.W.), a man known for his truth and trustworthiness. He has brought to us from Allah the religion of Islam."
Hearing this, al-Najashi leaned forward in his seat, so as to pay more attention to Ja'far and learn about Islam and what it says. Ja'far stayed silent for a moment, then looked at the Christian scholars and continued: "The religion of Islam tells us not to worship idols, and that we must only worship the One True God, and accept His commands." "The religion of Islam tells us to be truthful, trustworthy and loyal. We must be kind and generous to our relatives and slaves, and treat our neighbors with goodness. Nor should we shed the blood of innocent people for no reason, and must give up all our evil deeds. We should not talk badly of people, nor insult them, and we should not speak without a purpose. We must not steal the wealth of orphans, we must perform the prayer and must spend a portion of our money in acts of charity."
AI-Najashi and the Christian scholars listened care fully to these words. and were delighted but the Makkans were biting their lips in annoyance. Ja'far continued: "0 king of Avicenna. the Prophet Muhammad(S.A.W.) has brought the religion of Islam and we have accepted it. We believe in Allah and in His Messenger and have become Muslims. But as soon as we became Muslims, the idolaters of Makkah became angry and began to persecute us.Thus we were obliged to leave the city and seek asylum here in this country to be free to worship Allah and perform the works of our religion."
By now al-Najashi was extremely pleased and said to Ja'far: "The words of Isa (Jesus) and the words of your Prophet have descended from the same source. Both are the Words of the God. Therefore, you are free to remain in this country. Perform your devotions freely, and remain followers of Islam. Truly, what a good religion you have!" Then he turned to the Makkans and said: `I do not take bribes. Pick up the things you have brought and go and you must know that I will never hand over to you any of the Muslims. Go this very minute, and return to Makkah as fast as you can... at once!" Thus the two men, sorry and ashamed, picked up the gifts they had brought and left the court in disgrace.
As soon as the news of the Muslims' secret migration reached the idolaters in Makkah, they became very angry. They sent two of their men to Ethiopia laden with costly gifts, and it was their task to have the Muslims arrested and sent back to Makkah. Arriving in Avicenna they went to al-Najashi's court and paid him homage and presented to him their gifts. Al-Najashi asked them:"Where have you come from? What do you want?" The Makkans replied: "We have come from the city of Makkah. A number of our youth have given up our religion. They have stopped worshipping our gods and have now taken refuge in your country. The lords and nobles of Makkah call on you to arrest these youths and deliver them to us, so that we may return them to our city to be punished."
Al-Najashi told them that the matter would be investigated. Then he summoned the Muslims to his palace and, in the presence of his Christian scholars. he asked them: "What was your previous religion? What is your present religion? Why have you migrated to this country?" The Muslims' spokesman was Ja'far ibn Abi Talib. a selfless young man who was full of belief. He replied: "In our city the rich and greedy oppress the weak. The people worship idols. They eat carrion and perform all types of evil deeds. They are not kind with one another and persecute their neighbors." "In these circumstances we have been blessed by Allah who has sent us a Prophet (S.A.W.), a man known for his truth and trustworthiness. He has brought to us from Allah the religion of Islam."
Hearing this, al-Najashi leaned forward in his seat, so as to pay more attention to Ja'far and learn about Islam and what it says. Ja'far stayed silent for a moment, then looked at the Christian scholars and continued: "The religion of Islam tells us not to worship idols, and that we must only worship the One True God, and accept His commands." "The religion of Islam tells us to be truthful, trustworthy and loyal. We must be kind and generous to our relatives and slaves, and treat our neighbors with goodness. Nor should we shed the blood of innocent people for no reason, and must give up all our evil deeds. We should not talk badly of people, nor insult them, and we should not speak without a purpose. We must not steal the wealth of orphans, we must perform the prayer and must spend a portion of our money in acts of charity."
AI-Najashi and the Christian scholars listened care fully to these words. and were delighted but the Makkans were biting their lips in annoyance. Ja'far continued: "0 king of Avicenna. the Prophet Muhammad(S.A.W.) has brought the religion of Islam and we have accepted it. We believe in Allah and in His Messenger and have become Muslims. But as soon as we became Muslims, the idolaters of Makkah became angry and began to persecute us.Thus we were obliged to leave the city and seek asylum here in this country to be free to worship Allah and perform the works of our religion."
By now al-Najashi was extremely pleased and said to Ja'far: "The words of Isa (Jesus) and the words of your Prophet have descended from the same source. Both are the Words of the God. Therefore, you are free to remain in this country. Perform your devotions freely, and remain followers of Islam. Truly, what a good religion you have!" Then he turned to the Makkans and said: `I do not take bribes. Pick up the things you have brought and go and you must know that I will never hand over to you any of the Muslims. Go this very minute, and return to Makkah as fast as you can... at once!" Thus the two men, sorry and ashamed, picked up the gifts they had brought and left the court in disgrace.
Monday, June 29, 2009
UMNO-PAS: Tak Mungkin Bersatu
Penolakan halus UMNO terhadap Jemputan Mursyidul Am PAS, Nik Abdul Aziz untuk berdebat dengan PM Malaysia sebetulnya boleh dilihat dari berbagai sudut. Apa yang saya hendak kemukakan di sini, bukanlah satu kecaman atau memihak mana-mana parti. Sekadar menyampaikan apa yang bermain-main di minda rakyat seperti saya.
Ramai yang menganggap penolakan UMNO menandakan ketidakmampuan UMNO untuk menjawab isu utama yang akan dilontarkan oleh pihak PAS. Ramai pula yang beranggapan UMNO terlalu angkuh untuk duduk semeja dengan PAS kerana ideologi nasionalism-nya. Ramai pula yang beranggapan bahwa penolakan itu bererti UMNO hakikatnya tidak sehaluan sesama sendiri, dalam pengertian ada perpecahan internal yang masih belum boleh diselesaikan. Ramai pula yang beranggapan UMNO sampai bila-bila pun sememangnya nak jadi yang "pertama dan Utama", tanpa campur tangan mana-mana parti lain.
Tapi kan sebetulnya, rakyat dah muak dah dengan perangai UMNO dan juga PAS. Rakyat tak boleh mengerti apa benda sebetulnya yang membuat UMNO dan PAS asyik berbalah. Nak dikata ada benda yang tak sehaluan, apa benda yang tak sehaluan tu sebetulnya? Susah sangat kah UMNO nak terima PAS kerana ada Islam didalamnya dan susah sangat kah PAS nak terima UMNO kerana nasionalism yang melampau.
Kalau dipikir lagi, saya lebih suka UMNO tetap UMNO, PAS tetap PAS. Tak payah bersatu. Biar salah satu jadi pembangkang. Walau mungkin agak susah nak difahami, pembangkang perlu ada dalam mana-mana negara pun. Sebab pembangkang adalah pihak yang mampu berpikir di luar kotak. Kalau dah semua pikir satu jenis macam mana negara boleh maju.Tak begitu?
Dari pada pening-pening membahas bila dan macam mana nak menyatukan UMNO dan PAS rasanya elok masing-masing tumpu pada tugas masing-masing. Tugas apa, sendiri tahulah. Yang penting mari kita semarakkan "beradab dalam politik dan politik yang beradab". Sudah bukan masanya untuk menggunakan taktik kotor,walaupun niatnya konon untuk kebaikan. Takutlah pada Tuhan. Walaupun mungkin anda bukan Muslim, tentu anda pun ada Tuhan juga kan?
Kepada UMNO, kalau boleh rakyat nak UMNO menjadi sebuah parti yang "bersih". Sebab rasanya bukan setakat noda dan calitan kotor kecil sahaja yang melekat pada UMNO sekarang, tapi juga darah dan nanah politik yang busuk dan menjijikkan. Sudah masanya UMNO lebih fokus untuk "membersihkan diri" agar kepercayaan rakyat kembali kepadanya seperti ketika awal kemerdekaan dulu.
Kepada PAS, rasanya sekarang nampak PAS lebih suka main politik sehingga tarbiyah ummat agak berkurang timbangannya. Jangan begitu. Kalau bukan PAS yang nak memulihkan aqidah dan memperbaiki akhlak ummat, siapa lagi boleh diharap. Ada lagi banyak isu moral dan sosial yang boleh PAS ubati. Politik, politik juga. Tapi jangan sampai mengabaikan tugas hakiki untuk menegakkan Islam dan meluruskan shaf umat Islam yang sudah mulai kucar-kacir.
Akhirnya, tiap insan punya tugas sendiri. Tiap parti juga punya agenda sendiri. Apa yang penting seboleh-bolehnya bekerja samalah dengan cara yang ma'ruf. Ada tersasul sikit tu maafkan. Ada terkasar sikit tu redha kan. Tanamkan niat dalam hati , tak kira anda berada dalam UMNO atau pun PAS, anda berjuang untuk rakyat dan negara. Semoga Allah meredhai kita. Wallahu'alam.
Ramai yang menganggap penolakan UMNO menandakan ketidakmampuan UMNO untuk menjawab isu utama yang akan dilontarkan oleh pihak PAS. Ramai pula yang beranggapan UMNO terlalu angkuh untuk duduk semeja dengan PAS kerana ideologi nasionalism-nya. Ramai pula yang beranggapan bahwa penolakan itu bererti UMNO hakikatnya tidak sehaluan sesama sendiri, dalam pengertian ada perpecahan internal yang masih belum boleh diselesaikan. Ramai pula yang beranggapan UMNO sampai bila-bila pun sememangnya nak jadi yang "pertama dan Utama", tanpa campur tangan mana-mana parti lain.
Tapi kan sebetulnya, rakyat dah muak dah dengan perangai UMNO dan juga PAS. Rakyat tak boleh mengerti apa benda sebetulnya yang membuat UMNO dan PAS asyik berbalah. Nak dikata ada benda yang tak sehaluan, apa benda yang tak sehaluan tu sebetulnya? Susah sangat kah UMNO nak terima PAS kerana ada Islam didalamnya dan susah sangat kah PAS nak terima UMNO kerana nasionalism yang melampau.
Kalau dipikir lagi, saya lebih suka UMNO tetap UMNO, PAS tetap PAS. Tak payah bersatu. Biar salah satu jadi pembangkang. Walau mungkin agak susah nak difahami, pembangkang perlu ada dalam mana-mana negara pun. Sebab pembangkang adalah pihak yang mampu berpikir di luar kotak. Kalau dah semua pikir satu jenis macam mana negara boleh maju.Tak begitu?
Dari pada pening-pening membahas bila dan macam mana nak menyatukan UMNO dan PAS rasanya elok masing-masing tumpu pada tugas masing-masing. Tugas apa, sendiri tahulah. Yang penting mari kita semarakkan "beradab dalam politik dan politik yang beradab". Sudah bukan masanya untuk menggunakan taktik kotor,walaupun niatnya konon untuk kebaikan. Takutlah pada Tuhan. Walaupun mungkin anda bukan Muslim, tentu anda pun ada Tuhan juga kan?
Kepada UMNO, kalau boleh rakyat nak UMNO menjadi sebuah parti yang "bersih". Sebab rasanya bukan setakat noda dan calitan kotor kecil sahaja yang melekat pada UMNO sekarang, tapi juga darah dan nanah politik yang busuk dan menjijikkan. Sudah masanya UMNO lebih fokus untuk "membersihkan diri" agar kepercayaan rakyat kembali kepadanya seperti ketika awal kemerdekaan dulu.
Kepada PAS, rasanya sekarang nampak PAS lebih suka main politik sehingga tarbiyah ummat agak berkurang timbangannya. Jangan begitu. Kalau bukan PAS yang nak memulihkan aqidah dan memperbaiki akhlak ummat, siapa lagi boleh diharap. Ada lagi banyak isu moral dan sosial yang boleh PAS ubati. Politik, politik juga. Tapi jangan sampai mengabaikan tugas hakiki untuk menegakkan Islam dan meluruskan shaf umat Islam yang sudah mulai kucar-kacir.
Akhirnya, tiap insan punya tugas sendiri. Tiap parti juga punya agenda sendiri. Apa yang penting seboleh-bolehnya bekerja samalah dengan cara yang ma'ruf. Ada tersasul sikit tu maafkan. Ada terkasar sikit tu redha kan. Tanamkan niat dalam hati , tak kira anda berada dalam UMNO atau pun PAS, anda berjuang untuk rakyat dan negara. Semoga Allah meredhai kita. Wallahu'alam.
Menjemput "Maut"
Secara pribadi saya tak berapa setuju dengan pelawaan PM Malaysia kepada Obama untuk melawat Malaysia. Rasanya macam menjemput "maut". Kalaulah saya boleh memberi gelaran yang agak keras, Obama itu "Hitam-hitam Amerika juga". Dulu yang dinamakan orang Amerika identik dengan orang-orang berkulit putih seperti penjenayah perang George W Bush. Sekarang ni, tak kiralah warna kulitnya dah jadi hitam pun, kalau namanya Amerika, mentalitinya juga ala Amerika juga.
Pada awal kemenangannya, ramai yang menumpukan sepenuh harapan yang Obama akan jadi "mahluk Amerika" yang berbeza, dalam pengertian......mampu mengubah sistem dajjal yang digunapakai Amerika untuk membinasakan mana-mana negara atau ideologi yang tak sehaluan dengannya. Tapi rasanya sekarang ni, punahlah sudah harapan. Sikap keras yang ditunjukkannya pada beberapa Negara Islam, walaupun mulutnya kata nak "berbaik-baik" dengan Islam, membuktikan takkan pernah ada wind of change sebagaimana yang diharapkan.
Amerika akan tetap menjadi Amerika, dengan segala ego dan keangkuhannya. Terus terang, saya tak nak terima apapun pujian yang Obama dan Amerika berikan pada Malaysia. Pujilah setinggi langit, saya yakin ramai orang yang tak percaya kerana mesti ada udang di sebalik batu, ibarat film di pawagam, tunggu saja bila nak ditayangkan.
Saya cuma berharap, pelawaan PM hanya sekedar basa-basi, manis mulut sahaja. Kerana kalau tidak, tunggulah pula masanya Malaysia pula akan dijadikan object untuk diporak-porandakan, apalagi dengan bilangan muslim yang cukup banyak di negara ini. Itu pun sudah cukup untuk menjadi alasan kukuh untuk membuat negara ini jadi lebih huru-hara. Wallahu'alam.
Pada awal kemenangannya, ramai yang menumpukan sepenuh harapan yang Obama akan jadi "mahluk Amerika" yang berbeza, dalam pengertian......mampu mengubah sistem dajjal yang digunapakai Amerika untuk membinasakan mana-mana negara atau ideologi yang tak sehaluan dengannya. Tapi rasanya sekarang ni, punahlah sudah harapan. Sikap keras yang ditunjukkannya pada beberapa Negara Islam, walaupun mulutnya kata nak "berbaik-baik" dengan Islam, membuktikan takkan pernah ada wind of change sebagaimana yang diharapkan.
Amerika akan tetap menjadi Amerika, dengan segala ego dan keangkuhannya. Terus terang, saya tak nak terima apapun pujian yang Obama dan Amerika berikan pada Malaysia. Pujilah setinggi langit, saya yakin ramai orang yang tak percaya kerana mesti ada udang di sebalik batu, ibarat film di pawagam, tunggu saja bila nak ditayangkan.
Saya cuma berharap, pelawaan PM hanya sekedar basa-basi, manis mulut sahaja. Kerana kalau tidak, tunggulah pula masanya Malaysia pula akan dijadikan object untuk diporak-porandakan, apalagi dengan bilangan muslim yang cukup banyak di negara ini. Itu pun sudah cukup untuk menjadi alasan kukuh untuk membuat negara ini jadi lebih huru-hara. Wallahu'alam.
Subscribe to:
Posts (Atom)