Days pass through years
Years away till decades
My heart stays in your heart
Won't be away though apart
Young becomes old
Dry comes from bold
Though too hard to hold
our hands keep in fold
Forever we walk this way
Though distant steps in cold
Forever this love won't be away
Though separated body and soul
let's share our knowledge,opinion and experiences. May we become better people for ourselves and for people around us.
Condemn Israel!!!!!
Showing posts with label Syair/Puisi ku. Show all posts
Showing posts with label Syair/Puisi ku. Show all posts
Thursday, April 25, 2013
Saturday, March 9, 2013
Syair: Ananda Putri
Buah Ceri buah Strawberry
Masam manis amat digemari
Buah hati ananda putri
Cerdik pandai membesar kini
Bunga rampai bunga setaman
Warna warni jadi pujaan
Ananda putri bijak berteman
Disayang semua rakan dan kawan
Daun Sirih daun Pandan
Merimbun hijau cantik menawan
Ananda putri ingatlah Tuhan
Penuhi dada dengan iman
Pohon Tembesu pohon Beringin
Rindang dan teduh lagi kukuh
Ananda puteri jadilah pemimpin
Melangkah pasti berazam teguh
Note: Happy 9th birthday to my eldest daughter : Siti Nurul Izzah bt. Mohd. Faisol
Masam manis amat digemari
Buah hati ananda putri
Cerdik pandai membesar kini
Bunga rampai bunga setaman
Warna warni jadi pujaan
Ananda putri bijak berteman
Disayang semua rakan dan kawan
Daun Sirih daun Pandan
Merimbun hijau cantik menawan
Ananda putri ingatlah Tuhan
Penuhi dada dengan iman
Pohon Tembesu pohon Beringin
Rindang dan teduh lagi kukuh
Ananda puteri jadilah pemimpin
Melangkah pasti berazam teguh
Note: Happy 9th birthday to my eldest daughter : Siti Nurul Izzah bt. Mohd. Faisol
Tuesday, October 2, 2012
Syair: Kasih Terkasih
Terbang merantau si burung Helang
Mencari ikan di tepi titi
Dari serantau abangku sayang
Bersua kita di Sungai Musi
Cantik menawan bunga Melati
Menghias rambut Putri Pertiwi
Bertemu pandang bertemu hati
Kasih dihulur cinta diberi
Mendayung sampan merentas negeri
Dilambung ombak melintas duri
Bahtera hidup mesra ditempuhi
Harungi samudera sehidup semati
Terang mentari sinari bumi
Ibarat suluh terangi diri
Kasih Abang selalu dinanti
Semoga kekal lagi abadi
NB: Happy Birthday, My dear Husband.
Our children and I love you so much.
Mencari ikan di tepi titi
Dari serantau abangku sayang
Bersua kita di Sungai Musi
Cantik menawan bunga Melati
Menghias rambut Putri Pertiwi
Bertemu pandang bertemu hati
Kasih dihulur cinta diberi
Mendayung sampan merentas negeri
Dilambung ombak melintas duri
Bahtera hidup mesra ditempuhi
Harungi samudera sehidup semati
Terang mentari sinari bumi
Ibarat suluh terangi diri
Kasih Abang selalu dinanti
Semoga kekal lagi abadi
NB: Happy Birthday, My dear Husband.
Our children and I love you so much.
Wednesday, September 26, 2012
Menara merana ini
Menara merana ini
Kita yang punya
Tinggi menjulang ke angkasa
Tak tergapai tangan sang hamba
Meratap pilu penuh hiba
Menara merana ini
Kita yang punya
saksi bisu sebuah
balada
hancurnya hati leburnya jiwa
lenyap ditelan sang bara
Menara merana ini
Kita yang punya
Kokoh teguh dibina
Di atas puing-puing rasa
Tak terperi berabad lamanya
Menara merana ini
Kita yang punya
Menunggu takdir beredarnya masa
‘tuk bebaskan jiwa nan lara
Bersujud hamba pada Sang Pencipta
Wednesday, August 22, 2012
Pantun: Ramadhan Nan Satu
Ramadhan Kareem bulan berkah
Bulan perbanyak amal ibadah
Membisik doa dari bibir nan merekah
Menadah tangan hamba yang lemah
Ramadhan Mubarak telah berlalu
Melambai jiwa nan pilu
Entah bila boleh bertemu
Atau inilah Ramadhan nan satu
Hari Raya hari dinanti
Hari bahgia penuh seri
Tapi tanyalah kepada hati
Tidakkah iman kan rasa sunyi
Hari Raya bukan penamat
Biar di hati tetap tersemat
Jangan biarkan ibadah tamat
Meski Ramadhan berlalu cepat
Kupanjat doa pada Yang Esa
Kupinta Ramadhan takkan berlalu
Sungguh jiwa hampa terseksa
Andai inilah Ramadhan nan satu
Bulan perbanyak amal ibadah
Membisik doa dari bibir nan merekah
Menadah tangan hamba yang lemah
Ramadhan Mubarak telah berlalu
Melambai jiwa nan pilu
Entah bila boleh bertemu
Atau inilah Ramadhan nan satu
Hari Raya hari dinanti
Hari bahgia penuh seri
Tapi tanyalah kepada hati
Tidakkah iman kan rasa sunyi
Hari Raya bukan penamat
Biar di hati tetap tersemat
Jangan biarkan ibadah tamat
Meski Ramadhan berlalu cepat
Kupanjat doa pada Yang Esa
Kupinta Ramadhan takkan berlalu
Sungguh jiwa hampa terseksa
Andai inilah Ramadhan nan satu
Sunday, May 20, 2012
Puisi: Kuasa-Mu
sunyi
sepi
sendiri
dalam diam membaca diri
pilu
ragu
kaku
dalam syahdu menilai hati
tangis menyapa dalam pilu
tawa hadir dalam sembilu
hampa melambai dalam kelu
rindu bertakhta dalam syahdu
Duhai Sang Pemilik hati
Duhai Sang Pembolak-balik hati
Duhai Sang Kekasih hati
Duhai Sang Penjaga hati
remukkan aku dalam Qudrat-Mu
hancurkan aku dalam Iradah-Mu
lemahkan aku dalam Qada dan Qadar-Mu
binasakan aku dalam Kuasa-Mu
sungguh.....
tiada jalan bagiku
melainkan Jalan-Mu
tiada kuasa dalam diriku
melainkan dengan Kuasa-Mu
sepi
sendiri
dalam diam membaca diri
pilu
ragu
kaku
dalam syahdu menilai hati
tangis menyapa dalam pilu
tawa hadir dalam sembilu
hampa melambai dalam kelu
rindu bertakhta dalam syahdu
Duhai Sang Pemilik hati
Duhai Sang Pembolak-balik hati
Duhai Sang Kekasih hati
Duhai Sang Penjaga hati
remukkan aku dalam Qudrat-Mu
hancurkan aku dalam Iradah-Mu
lemahkan aku dalam Qada dan Qadar-Mu
binasakan aku dalam Kuasa-Mu
sungguh.....
tiada jalan bagiku
melainkan Jalan-Mu
tiada kuasa dalam diriku
melainkan dengan Kuasa-Mu
Saturday, April 7, 2012
Puisi: Ingin Jadi Bidadari
Duhai Tuhanku
Ku ingin jadi bidadari
yang tak tersentuh.....seperti laila Majnun
Yang tak terusik.......seperti Rabiatul Adawiyah
Yang tak bernoda.......seperti Sayyidah Zahra
Duhai Tuhanku
Ku ingin jadi bidadari
Yang wajahnya memancarkan keimanan
Yang kepak sayapnya menebarkan kasih sayang
Yang gerak geriknya melambangkan kezuhudan
Duhai Tuhanku
Ku ingin jadi bidadari
untuk pujaan hati di dunia bumi
untuk kekasih abadi di alam syurgawi
Ku ingin jadi bidadari
yang tak tersentuh.....seperti laila Majnun
Yang tak terusik.......seperti Rabiatul Adawiyah
Yang tak bernoda.......seperti Sayyidah Zahra
Duhai Tuhanku
Ku ingin jadi bidadari
Yang wajahnya memancarkan keimanan
Yang kepak sayapnya menebarkan kasih sayang
Yang gerak geriknya melambangkan kezuhudan
Duhai Tuhanku
Ku ingin jadi bidadari
untuk pujaan hati di dunia bumi
untuk kekasih abadi di alam syurgawi
Friday, March 30, 2012
Puisi : Kosong
kosong
permulaan dan juga akhir
kosong
datang dan pergi tanpa bekal
kosong
ketika jasad tanpa ruh
ketika hati tanpa iman
ketika raga tanpa ihsan
ketika jiwa tanpa belaian
kosong
tanpa kasih-Nya aku rapuh
tanpa belai-Nya aku luluh
tanpa sayang-Nya aku lumpuh
tanpa rahmat-Nya aku runtuh
kosong
kembali kepada fitrah
kembali kepada kesucian
kembali kepada keagungan Tuhan
kembali kepada iman yang merekah
Kosong melopong jiwa yang tak tertolong
Melolong hati kepada Sang Penolong
permulaan dan juga akhir
kosong
datang dan pergi tanpa bekal
kosong
ketika jasad tanpa ruh
ketika hati tanpa iman
ketika raga tanpa ihsan
ketika jiwa tanpa belaian
kosong
tanpa kasih-Nya aku rapuh
tanpa belai-Nya aku luluh
tanpa sayang-Nya aku lumpuh
tanpa rahmat-Nya aku runtuh
kosong
kembali kepada fitrah
kembali kepada kesucian
kembali kepada keagungan Tuhan
kembali kepada iman yang merekah
Kosong melopong jiwa yang tak tertolong
Melolong hati kepada Sang Penolong
Sunday, March 25, 2012
Puisi : Hening Bening
Hening malam merangkak perlahan
Dalam sendu terucap doa
Syahdu pilu dalam qalbu
Isak tangis tak tertahan
Bening air menetes perlahan
Dari pelupuk mata nan resah
Harapkan doa bukan sekedar impian
Meski gundah gulana tetap merekah
Hening bening sunyi melanda
Bersujud hamba pada Sang Pencipta
Tak terperi ampun maaf dipinta
Semoga Dia berkenan pada si hamba
Dalam sendu terucap doa
Syahdu pilu dalam qalbu
Isak tangis tak tertahan
Bening air menetes perlahan
Dari pelupuk mata nan resah
Harapkan doa bukan sekedar impian
Meski gundah gulana tetap merekah
Hening bening sunyi melanda
Bersujud hamba pada Sang Pencipta
Tak terperi ampun maaf dipinta
Semoga Dia berkenan pada si hamba
Sunday, January 8, 2012
Puisi: JINGGA
Memerah jingga ufuk barat…..ditelan horizon laut tak bertepi….
Semilir angin menderu berat……lepaskan beban dalam nurani….
Tepian pantai langkah mendarat……menapak tegap dalam sunyi….
Lupakan segala letih penat…….meski badai tetap menyanyi….
Menghitam jingga dalam gelap…….diselingi rintihan nan syahdu…
Merangkak hamba penuh harap……..dibalut sedu sedan pilu….
Sunyi alam kian menghendap…….mencari ruang dalam kalbu….
Adakah asa masih kudekap…….meski jeriji besi membisu……
Larut malam jingga...... rinai hujan menyeringai…..
Kelam awan berjelaga.....menetes air dalam perigi....
Hening malam tiada bermaya.....bening hujan meliputi.....
Bersulam rasa dalam dada.........menanti fajar nan berseri....
Merona jingga semesta raya…..ditingkahi lagu nan merdu….
Lembut bertiup aroma jiwa……lepaskan asa berbalut ragu
Satukan jiwa dalam ridha-Nya…..biarkan segala derita berpadu
Bangkit menyingsing fajar membiru…….menggapai mimpi kita nan satu….
Semilir angin menderu berat……lepaskan beban dalam nurani….
Tepian pantai langkah mendarat……menapak tegap dalam sunyi….
Lupakan segala letih penat…….meski badai tetap menyanyi….
Menghitam jingga dalam gelap…….diselingi rintihan nan syahdu…
Merangkak hamba penuh harap……..dibalut sedu sedan pilu….
Sunyi alam kian menghendap…….mencari ruang dalam kalbu….
Adakah asa masih kudekap…….meski jeriji besi membisu……
Larut malam jingga...... rinai hujan menyeringai…..
Kelam awan berjelaga.....menetes air dalam perigi....
Hening malam tiada bermaya.....bening hujan meliputi.....
Bersulam rasa dalam dada.........menanti fajar nan berseri....
Merona jingga semesta raya…..ditingkahi lagu nan merdu….
Lembut bertiup aroma jiwa……lepaskan asa berbalut ragu
Satukan jiwa dalam ridha-Nya…..biarkan segala derita berpadu
Bangkit menyingsing fajar membiru…….menggapai mimpi kita nan satu….
Monday, December 5, 2011
Puisi: Dan langit pun menangis.....
Dan langit pun menangis ........
ketika al- haq bercampur yang bathil
ketika hak dirampas sesuka hati
ketika amanah dipijak penuh bakhil
ketika tanggung jawab sudah pun dilupai
Dan langit pun menangis....
mendengar isak ratap nan pilu
dari kekasih-Nya yang tak berdaya
menyaksi luluh cucu Rasul-Mu
dari kejauhan diiiringi tawa durjana
Dan langit pun menangis....
tersingkap tabir suci penerus Nabi
dinoda kejam hati tak berbudi
terbujur jasad- jasad nan suci
disambut bidadari Tuhan nan murni
Dan langit pun menangis....
ketika tiada kesetiaan yang dinanti
ketika tiada azzam yang bebelah bagi
ketika tiada mata mau menangisi
ketika iman tak mau menyebelahi
ketika al- haq bercampur yang bathil
ketika hak dirampas sesuka hati
ketika amanah dipijak penuh bakhil
ketika tanggung jawab sudah pun dilupai
Dan langit pun menangis....
mendengar isak ratap nan pilu
dari kekasih-Nya yang tak berdaya
menyaksi luluh cucu Rasul-Mu
dari kejauhan diiiringi tawa durjana
Dan langit pun menangis....
tersingkap tabir suci penerus Nabi
dinoda kejam hati tak berbudi
terbujur jasad- jasad nan suci
disambut bidadari Tuhan nan murni
Dan langit pun menangis....
ketika tiada kesetiaan yang dinanti
ketika tiada azzam yang bebelah bagi
ketika tiada mata mau menangisi
ketika iman tak mau menyebelahi
Wednesday, June 8, 2011
Syair:Nasihat
Sungguh elok emas permata
Lagi elok intan baiduri
Sungguh elok budi bahasa
Jika dihias akhlaq terpuji
Mandi manda di Sungai Musi
Riuh rendah tawa sang dara
Mari kawan belajar mengaji
Dengan ilmu makin bertaqwa
Batu karang batu kerikil
Sama hitam besar dan kecil
Tanamkan Iman sedari kecil
Agar hidup tak jahil
Putih bersih serban Tok Haji
Menghias kepala nan tawadhu'
Putih bersih hati dipatri
Banyakkan amal janganlah jemu
Jalan lurus jalan berkelok
Hingga tiba di persimpangan
Jalan terus jangan membelok
Teguhkan hati dalam perjuangan
Lagi elok intan baiduri
Sungguh elok budi bahasa
Jika dihias akhlaq terpuji
Mandi manda di Sungai Musi
Riuh rendah tawa sang dara
Mari kawan belajar mengaji
Dengan ilmu makin bertaqwa
Batu karang batu kerikil
Sama hitam besar dan kecil
Tanamkan Iman sedari kecil
Agar hidup tak jahil
Putih bersih serban Tok Haji
Menghias kepala nan tawadhu'
Putih bersih hati dipatri
Banyakkan amal janganlah jemu
Jalan lurus jalan berkelok
Hingga tiba di persimpangan
Jalan terus jangan membelok
Teguhkan hati dalam perjuangan
Tuesday, August 31, 2010
Puisi:Hakikat Merdeka
Merdeka bererti
Bebas, lepas dari belenggu penjajahan
Menjadi tuan di tanah sendiri
Menjadi pemimpin anak bangsa sendiri
Bukan merdeka
jika hati terbelenggu angan
jika iman tercalar nafsu
jika ilmu berbalut kejahilan
jika adab meninggalkan tuntunan
Merdeka bererti
Bebas bertindak
Bebas berpendapat
Tapi Ingat.....
Bebas mestilah beradab
Bukan sesuka hati
Bukan merdeka
jika vandalism menjadi asas
jika penipuan menjadi senjata
jika keangkuhan menjadi tunggak
jika Terorism menjadi acuan
Merdeka bererti
Bebas melangkah
Menentukan hala tuju tanah tercinta
Bukan mendendam pada bekas penjajah
tidak pula menjajah sesama kawan
Hakikat merdeka di dalam diri
Menjadi asas pribadi sejati
Bukan setakat membela diri
Tapi juga melindungi sesama insani
Dengan merdeka bebas berdikari
Tentukan nasib dan jati diri
Tapi jangan keangkuhan meliputi diri
Jikalau tidak binasalah nanti.
Merdeka bukan setakat merai
Penuh semarak lagu dan tari
Merdeka semangat yang tak pernah mati
Jangan biar anak bangsa lupa diri
DIRGAHAYU KEMERDEKAAAN REPUBLIK INDONESIA KE-65
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN MALAYSIA KE-53
SEMOGA HUBUNGAN BAIK KEDUA NEGARA BERJIRAN INI TETAP HARMONI DAN BERKEKALAN. AMIN.....
Bebas, lepas dari belenggu penjajahan
Menjadi tuan di tanah sendiri
Menjadi pemimpin anak bangsa sendiri
Bukan merdeka
jika hati terbelenggu angan
jika iman tercalar nafsu
jika ilmu berbalut kejahilan
jika adab meninggalkan tuntunan
Merdeka bererti
Bebas bertindak
Bebas berpendapat
Tapi Ingat.....
Bebas mestilah beradab
Bukan sesuka hati
Bukan merdeka
jika vandalism menjadi asas
jika penipuan menjadi senjata
jika keangkuhan menjadi tunggak
jika Terorism menjadi acuan
Merdeka bererti
Bebas melangkah
Menentukan hala tuju tanah tercinta
Bukan mendendam pada bekas penjajah
tidak pula menjajah sesama kawan
Hakikat merdeka di dalam diri
Menjadi asas pribadi sejati
Bukan setakat membela diri
Tapi juga melindungi sesama insani
Dengan merdeka bebas berdikari
Tentukan nasib dan jati diri
Tapi jangan keangkuhan meliputi diri
Jikalau tidak binasalah nanti.
Merdeka bukan setakat merai
Penuh semarak lagu dan tari
Merdeka semangat yang tak pernah mati
Jangan biar anak bangsa lupa diri
DIRGAHAYU KEMERDEKAAAN REPUBLIK INDONESIA KE-65
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN MALAYSIA KE-53
SEMOGA HUBUNGAN BAIK KEDUA NEGARA BERJIRAN INI TETAP HARMONI DAN BERKEKALAN. AMIN.....
Thursday, July 22, 2010
Puisi: Usia
Usia seorang insan....
ibarat air yang mengalir
dari hulu ke hilir
melintas aral melintang
menerpa, menerjang semua penghalang
Terlahir sebagai insan....
di sanalah bermula usia dikira
tiada yang tahu bila akhirnya
tidak pula berapa lamanya
Hidup seorang insan....
berjalan seiring masa
tak kira kering ataupun hujan
melangkau zaman meredah masa
Hidup sebagai insan....
hendaklah berpegang pada iman
jadikan rasul dan itrahnya sebagai tauladan
agar hidup penuh aman
Takdir kematian seorang insan....
tiada yang tahu bila masanya
tak kira muda atau pun tua
pabila maut telah menyeru
sahabat handai pun tak boleh membantu
Insan hidup insan bernyawa
ketika hidup hendaklah berjasa
Insan mati jasad tak bernyawa
di akhirat kelak semua ditanya
adakah ikhlas membungkus jasa
ataukah ia riya' belaka
Hidup di dunia hanya sesaat
ibarat kilat pantas melesat
hendaklah iman teguh dan kuat
ditambah pula amal ibadat
semoga menjadi insan yang berkat
(Happy birthday to me...hehehe...)
ibarat air yang mengalir
dari hulu ke hilir
melintas aral melintang
menerpa, menerjang semua penghalang
Terlahir sebagai insan....
di sanalah bermula usia dikira
tiada yang tahu bila akhirnya
tidak pula berapa lamanya
Hidup seorang insan....
berjalan seiring masa
tak kira kering ataupun hujan
melangkau zaman meredah masa
Hidup sebagai insan....
hendaklah berpegang pada iman
jadikan rasul dan itrahnya sebagai tauladan
agar hidup penuh aman
Takdir kematian seorang insan....
tiada yang tahu bila masanya
tak kira muda atau pun tua
pabila maut telah menyeru
sahabat handai pun tak boleh membantu
Insan hidup insan bernyawa
ketika hidup hendaklah berjasa
Insan mati jasad tak bernyawa
di akhirat kelak semua ditanya
adakah ikhlas membungkus jasa
ataukah ia riya' belaka
Hidup di dunia hanya sesaat
ibarat kilat pantas melesat
hendaklah iman teguh dan kuat
ditambah pula amal ibadat
semoga menjadi insan yang berkat
(Happy birthday to me...hehehe...)
Wednesday, November 25, 2009
Puisi: NUN
Rasa itu begitu kuat
Ikatannya begitu teguh
Jalinannya begitu erat
Harap ianya takkan pernah terlerai
Meski diulit kesusahan
Meski dibenam kepayahan
Meski didera kesakitan
Meski dihentam makian
Nun di sana cintaku
Sejatinya akan kembali
Sucinya akan abadi
Ikhlasnya akan meronai
Penghujungnya sang pemilik cinta sejati
Ialah Allah Rabbul Izzati
Ikatannya begitu teguh
Jalinannya begitu erat
Harap ianya takkan pernah terlerai
Meski diulit kesusahan
Meski dibenam kepayahan
Meski didera kesakitan
Meski dihentam makian
Nun di sana cintaku
Sejatinya akan kembali
Sucinya akan abadi
Ikhlasnya akan meronai
Penghujungnya sang pemilik cinta sejati
Ialah Allah Rabbul Izzati
Friday, November 13, 2009
Syair: SEJATI
Bunga Melati Bunga Melur
Berbeza warna tiada serupa
Manakan tidak hatiku lebur
Lama dinanti baru bersua
Bunga Kenanga Bunga Tanjung
Indah mewangi cantik berseri
Manakan tidak hati tersanjung
Kasih tercurah janji diberi
Jauh jalan penuh berliku
Menyeberang samudra merengkuh sauh
Manakan tidak jiwa tersentuh
Inilah damai yang dinda tunggu
Berbeza warna tiada serupa
Manakan tidak hatiku lebur
Lama dinanti baru bersua
Bunga Kenanga Bunga Tanjung
Indah mewangi cantik berseri
Manakan tidak hati tersanjung
Kasih tercurah janji diberi
Jauh jalan penuh berliku
Menyeberang samudra merengkuh sauh
Manakan tidak jiwa tersentuh
Inilah damai yang dinda tunggu
Friday, October 16, 2009
Syair: KUASA
Pulau Sumatera Pulau Jawa
Berjiran dengan Semenanjung Malaysia
Ramai manusia inginkan kuasa
Sanggup berbuat apa sahaja
Sabah Serawak negeri nan Indah
Tambahkan seri Negara Malaysia
Kalau hasrat hati tak bernoktah
Bimbang nafsunya kian bergelora
Gunung kinabalu Gunung Santubong
Tinggi menjulang hendak dijejak
Kuasa diharap boleh dilombong
Segala daya semakin rancak
Perlis Johor jauh berbatu
Panjang jalan penuh berliku
Pabila kuasa diguna tanpa ilmu
Khidmat diberi bagaikan debu
Utara Selatan tak bersebelahan
Timur Barat tak berdekatan
Ingatlah Kuasa amanah Tuhan
Jangan ia disalahgunakan
Berjiran dengan Semenanjung Malaysia
Ramai manusia inginkan kuasa
Sanggup berbuat apa sahaja
Sabah Serawak negeri nan Indah
Tambahkan seri Negara Malaysia
Kalau hasrat hati tak bernoktah
Bimbang nafsunya kian bergelora
Gunung kinabalu Gunung Santubong
Tinggi menjulang hendak dijejak
Kuasa diharap boleh dilombong
Segala daya semakin rancak
Perlis Johor jauh berbatu
Panjang jalan penuh berliku
Pabila kuasa diguna tanpa ilmu
Khidmat diberi bagaikan debu
Utara Selatan tak bersebelahan
Timur Barat tak berdekatan
Ingatlah Kuasa amanah Tuhan
Jangan ia disalahgunakan
Sunday, March 8, 2009
Syair: Tuanku
Burung Merak Burung Cendrawasih
Meliuk indah terbang tinggi
Sembah hamba Tuanku terkasih
Harapkan mulia di sisi duli
Tinggi langit Tinggi kayangan
Jauh melangit jauh pandangan
Nasihat Tuanku jadi pedoman
Patik hidup penuh panduan
Asam kandis asam gelugur
Menyedap rasa mewangi bau
Pabila Tuanku hendak menegur
Dengarlah rintih patik dahulu
Buah pelaga buah pala
Serupa nama berbeza rasa
Sebelum Tuanku naik murka
Harap dengarkan hajat hamba
Tinggi langit menutup bumi
Luas bumi seluas hati
Bukan patik tak tahu diri
Cuma hulurkan isi hati
Meliuk indah terbang tinggi
Sembah hamba Tuanku terkasih
Harapkan mulia di sisi duli
Tinggi langit Tinggi kayangan
Jauh melangit jauh pandangan
Nasihat Tuanku jadi pedoman
Patik hidup penuh panduan
Asam kandis asam gelugur
Menyedap rasa mewangi bau
Pabila Tuanku hendak menegur
Dengarlah rintih patik dahulu
Buah pelaga buah pala
Serupa nama berbeza rasa
Sebelum Tuanku naik murka
Harap dengarkan hajat hamba
Tinggi langit menutup bumi
Luas bumi seluas hati
Bukan patik tak tahu diri
Cuma hulurkan isi hati
Sunday, September 21, 2008
Puisi: Refleksi Jiwa Sang Politisi
Bosan......
Jemu......
Berdiri kaku jiwa tanpa tangisan
Memandang cermin kalbu yang bisu
Kerja amal..........
Amal Bakti.........
Bakti Kasih........
Kasih Penyayang......
Semua sudah ku beri
Semua sudah ku tepati
Semua sudah kau nikmati
Semua sudah kau rasai
Apalagi yang Ku mahu?
Wang.........
Kuasa.........
Dunia.........
Ku ingin semua merangkak mengemis sayang
Ku ingin semua tunduk tanpa rasa
Ku ingin semua menyerah kalah dalam luka
Ku ingin semua jiwa mabuk kepayang
Salahkah aku
jika dapat ku ragut apa yang kau pun mahu?
Salahkah aku
jika dapat ku raih apa yang tak kau mampu?
Salahkah aku
jika ku genggam apa yang kau tahu?
Salahkah aku
jika ku rebut apa yang kau pun buru?
Peduli apa dengan luka
Peduli apa dengan bisa
Peduli apa dengan hina
Peduli apa dengan agama
Ikhlas?
ah, jangan kau soal aku dahulu
tak kah kau tahu
mungkin kau pun begitu
tapi sendiri tak tahu
Jemu......
Berdiri kaku jiwa tanpa tangisan
Memandang cermin kalbu yang bisu
Kerja amal..........
Amal Bakti.........
Bakti Kasih........
Kasih Penyayang......
Semua sudah ku beri
Semua sudah ku tepati
Semua sudah kau nikmati
Semua sudah kau rasai
Apalagi yang Ku mahu?
Wang.........
Kuasa.........
Dunia.........
Ku ingin semua merangkak mengemis sayang
Ku ingin semua tunduk tanpa rasa
Ku ingin semua menyerah kalah dalam luka
Ku ingin semua jiwa mabuk kepayang
Salahkah aku
jika dapat ku ragut apa yang kau pun mahu?
Salahkah aku
jika dapat ku raih apa yang tak kau mampu?
Salahkah aku
jika ku genggam apa yang kau tahu?
Salahkah aku
jika ku rebut apa yang kau pun buru?
Peduli apa dengan luka
Peduli apa dengan bisa
Peduli apa dengan hina
Peduli apa dengan agama
Ikhlas?
ah, jangan kau soal aku dahulu
tak kah kau tahu
mungkin kau pun begitu
tapi sendiri tak tahu
Sunday, June 29, 2008
Syair: Ulama' dan umat
Akar serabut akar tunggang
Ia asas pokok menjulang
Umat hanyut tiada pedoman
Ulama' pantas tunjukkan jalan
Batang kali batang berjuntai
Setapak ia tempat bersantai
Raga mati iman berkecai
Ulama' dijejak nasihat melambai
Daun asam daun kelapa
Gemerisik bunyi tinggi sehasta
Binasa umat dimamah dunia
Pabila ulama' tiada wibawa
Buah jambu buah mangga
manis masam ia dirasa
hasrat qalbu harapkan nyata
Ulama' dan umat melangkah bersama
Ia asas pokok menjulang
Umat hanyut tiada pedoman
Ulama' pantas tunjukkan jalan
Batang kali batang berjuntai
Setapak ia tempat bersantai
Raga mati iman berkecai
Ulama' dijejak nasihat melambai
Daun asam daun kelapa
Gemerisik bunyi tinggi sehasta
Binasa umat dimamah dunia
Pabila ulama' tiada wibawa
Buah jambu buah mangga
manis masam ia dirasa
hasrat qalbu harapkan nyata
Ulama' dan umat melangkah bersama
Subscribe to:
Posts (Atom)